Tentang

Festival Film Wartawan Indonesia 2023

Tentang FFWI

Festival Film Wartawan Indonesia (atau disingkat FFWI) adalah ajang penghargaan yang melibatkan para wartawan dari desk film, hiburan dan budaya Indonesia sebagai juri penilai.

Setiap tahun, FFWI mengapresiasi film Indonesia, baik yang tayang di bioskop maupun layanan streaming, lantas mengumumkan hasil Unggulan Terbaik pada malam puncak (malam anugerah) yang dilaksanakan setiap bulan Oktober.

FFWI memberikan penghargaan berupa Piala Gunungan kepada para insan perfilman terbaik yang karyanya telah dinilai para wartawan yang menjadi juri. Berbeda dengan festival atau ajang penghargaan film lain, FFWI menilai film peserta berdasarkan genre film masing-masing.

Tercatat, pada awal lahir dan tumbuhnya perfilman di Indonesia, tidak dapat dilepaskan dari peran kunci wartawan. Terma kunci bukan hendak melebih-lebihkan atau menggawat-gawatkan peran serta wartawan

Sejarah

Karena sejarah telah mencatat dalam tinta emasnya, “Film Indonesia” pertama, dalam artian seluruh pekerjanya orang Indonesia, dipelopori oleh Usmar Ismail, yang notabene seorang wartawan. Jauh sebelumnya, sudah banyak wartawan tampil, baik sebagai penulis cerita, pemain, maupun sekaligus sebagai pewarta berita-berita film.

Itu semua terpapar manis sesaat setelah Direktur Perfilman, Musik dan Media Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Ahmad Mahendra membuka dengan resmi perhelatan FFWI ke-11 tahun 2021.

Terungkap bahwa dalam penyelenggaraan festival film di Indonesia, bukan hal baru untuk para wartawan. Kalau diurut sejak Festival Film Indonesia (FFI) pertama tahun 1955, wartawan sudah ikut bahu-membahu dengan para insan film menyelenggarakan festival tahunan itu. Sehingga sejatinya wartawan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan festival film di Indonesia.

Assalamualaikum Wr Wb.

Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) 2023, dengan dukungan penuh dari Pokja Alif Direktorat Perfilman Musik dan Media (PMM), Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud Ristek RI tidak terasa telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.

Dengan kerjasama yang sangat baik ini, ekosistem perfilman Tanah Air yang mendapatkan perhatian dan sokongan dari negara via Kemendikbud Ristek RI, pelan dan pasti akan terus terjaga keberadaan.

Sehingga, jika ada pertanyaan seberapa besar dan cepat perkembangan film dan festival film di dunia saat ini? Apa pentingnya keberadaan film dan festival film? Bagaimana seharusnya sikap negara dalam penyelenggaraan festival film, dapat terurai dan terjawab dengan sendiri.

Sebagaimana kita maklumi bersama. Perkembangan film dan festival film di dunia saat ini sangat besar dan pesat. Saat ini terdapat lebih dari 10.000 festival film yang diadakan di seluruh dunia setiap tahunnya, dan industri film global bernilai lebih dari $2 triliun, atau jika dirupiahkan mencapai angkanya mencengangkan.

Film adalah media ampuh yang dapat menghibur, mendidik, sekaligus menginspirasi. Film juga dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu sosial dan politik yang penting.

Perkembangan teknologi baru, seperti pembuatan film digital dan layanan streaming, menjadikan masyarakat lebih mudah dan terjangkau dalam membuat dan menonton film.

Hal ini menyebabkan semakin beragamnya film yang dibuat, mulai dari film laris Hollywood beranggaran besar hingga film independen berukuran kecil, yang acap dibuat sejumlah pekerja film dari Iran, sampai Indonesia.

Festival Film

Lalu bagaimana posisi festival film seperti FFWI 2023? Sebagaimana festival film lainnya, festival film memainkan peran penting dalam pengembangan film dengan menyediakan platform bagi para pembuat film untuk memamerkan karya mereka dan terhubung dengan distributor dan penonton.

FFWI 2023 secara langsung maupun tak langsung, juga turut membantu mempromosikan budaya dan pendidikan film. Meski belum seperti sejumlah festival film paling bergengsi di dunia, seperti Cannes, Venesia, dan Berlin, yang sangat kompetitif dan dapat melancarkan karir para pembuat film yang terpilih untuk memutar filmnya.

Tapi dari FFWI yang penjuriannya dilakukan wartawan film, nilai rasanya cenderung, atau bahkan terbebas sama sekali dari vested interes penilaian dan yang dinilainya.

Yang paling utama, mampu mendudukkan persoalan, jika film dan festival film berperan penting dalam masyarakat dengan memberikan hiburan, pendidikan, dan inspirasi.

Sekaligus tentu saja, turut membantu mempromosikan pemahaman dan keragaman budaya. FFWI dengan dukungan   Kemendikbud Ristek RI juga mampu melakukan pendorong ekonomi yang penting bagi kota dan negara tempat festival tersebut diadakan. Karena kali ini, ada UMKM dalam penyelenggaraan malam puncak FFWI 2023.

Oleh karena itu, penyelenggarakan FFWI 2023, negara terus berperan dalam memastikan bahwa festival film bersifat inklusif dan dapat diakses oleh semua orang. Sebagaimana FFWI dapat diakses semua kalangan, tanpa terkecuali, sekaligus menjalin kerjasama dengan sejumlah festival yang telah ada dalam ekosistem perfilman Indonesia.

Akhirnya, selamat berfestival film.

Wassalam
Ahmad Mahendra.
Direktur Perfilman Musik dan Media (PMM), Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud Ristek RI.

ahmad mahendra
AHMAD MAHENDRA

Direktorat Perfilman, Musik, dan Media
Direktorat Jenderal Kebudayaan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Meet our dedicated

Panitia FFWI

Wina Armada Sukardi

Presiden FFWI

Wartawan senior sekaligus Advokat yang punya pengalaman panjang. Ia pun mengembangkan karier sangat lengkap; dari media cetak, radio, TV juga online. Telah menulis ribuan artikel lepas, dan puluhan buku.

Puput Puji Lestari

Direktur Bidang Acara , Pertunjukan dan Sumber Daya Manusia

Redaktur kanal Lifestyle VOI.id ini mulai menulis review film Indonesia sejak 2008. Film bukan cuma hiburan baginya, film adalah aset budaya dan penanda sejarah.

Hasan Mukti Iskandar

Deputi Bidang Acara , Pertunjukan dan Sumber Daya Manusia

Bekerja di paragram.id sebagai Head of Production dan 10 tahun bertugas membuat konten dan mewawancarai para sineas, aktor dan aktris Indonesia.

R. Yunus Bina Santoso, SS.

Direktur Legal, Tata Laksana Organisasi dan Kesekretariatan

Wartawan senior, penulis puisi yang selalu menebar diksi cermat dan pintar. Salah satu penggagas FFWI yang kini berkarier di suaramerdeka.com

Irish Riswoyo

Deputi Bidang Acara , Pertunjukan dan Sumber Daya Manusia

Selain jadi jurnalis dan Pemred voicemagz.com ia penulis lagu yang menjabat Ketua Seksi Film, Musik & Lifestyle PWI Jaya. Ditempatkan mendamping aktivitas Benny Benke

Shandy Gasella

Direktur Bidang Keuangan dan Pengembangan Festival

Kritikus muda cemerlang, yang pernah berkarier di detik.com dan Kumparan. Kreator di balik suksesnya penyelenggaraan Malam Puncak FFWI 2012.

Irwan Kintoko

Deputi Bidang IT, Keuangan dan Pengembangan Festival

Berkarier di wartakotalive.com, menjadi host podcast Kinari. Sempat jadi juri FFWI 2021 dan 2022. Kini berkonsentrasi sebagai asisten Shandy Gasella.

Tertiani ZB Simanjutak

Direktur Bidang Penjurian, Pengadaan dan Fasilitas Film:

Berkarir di Jakarta Post (1999-2021) dan beberapa tahun mengambil pos kerja dari Jepang. Pernah menjadi Juri FFWI pada 2016 dan 2021.Kini berkonsentrasi sebagai direktur bidang penjurian

Mambang Yazid

Deputi Bidang Penjurian, Pengadaan dan Fasilitas Film:

Fokus di bidang film sejak berkarier di Koran Jakarta, menjadi pemred di Konsepnews, kini berkarier di Laras Post. Sempat jadi juri UIA serta FFWI 2021 dan 2022. Kini berkonsentrasi sebagai deputi bidang penjurian

Nini Sunny

Direktur Komunikasi Publik, Promosi dan Publikasi

Wartawan juga konstultan untuk publikasi artis baru. Menulis beberapa buku biografi, antara lain, Surya Paloh, Chrisye dan Bens Leo.

Didang Prajasasmita

Deputi Komunikasi Publik, Promosi dan Publikasi

Wartawan senior yang sudah malang-melintang di berbagai media cetak dan online, dengan angle tulisan dunia hiburan dan sepakbola. Kini bergabung dengan website skalaekonomi.com . Bertugas menjadi asisten Humas.